💌 PENCARI YANG LELAH

​Sedikit renungan semoga bermanfaat
💌 PENCARI YANG LELAH
      

Ada seorang pencari yang berkawan dengan 3 orang pencuri , sangking terlalu akrabnya mereka bersahabat dengan baik, hingga suatu hari salah satu pencuri meminta bantuan kepada pencari tersebut , ” bisakah kau pergi bersamaku ke sebuah tepi pantai ? 

Dan pencari ini pun mengiyakan ajakannya,

Setelah kembali dari pantai, si pencari bertemu lagi dengan pencuri yang kedua,

Pencuri tersebut mengajaknya untuk menemaninya makan bersama, pencari pun tak menolak dan segera pergi bersama pencuri, namun setelah mereka selesai makan datanglah pencuri ke 3 dan mengajak si pencari bercakap cakap, dan pencari ini pun mengiyakan tanpa bertanya lagi padanya, namun di saat yang sama pencari bertemu dengan ayahnya dan ayahnya meminta agar tidak pergi dulu sebelum menemaninya berjalan jalan di belakang rumah, tetapi si pencarinya akhirnya membantah dan berkata ” nanti dulu,” sang ayah pun akhirnya mengalah dan membiarkannya pergi, namun saat mereka berdua selesai bercakap-cakap si pencari mengadu lelah yang luar biasa  pada sang ayah, tetapi ayahnya hanya tersenyum pada nya,

Lalu si pencari bertanya pada sang ayah,

“Wahai ayah kenapa aku berkata lelah kau hanya tersenyum?”

Sang ayah kembali bertanya,” kenapa kau bisa lelah anakku , padahal kau melakukan sesuatu yang kau senangi seharian ini!”

Si pencari menjawab, ” ya aku mengerti aku menuruti semua yang sahabatku minta dan aku berusaha membuat mereka bahagia tanpa memikirkan setelah nya ayah,” 

Sang ayah menepuk halus bahu anak lelakinya dan berkata , ” nak, dengarlah aku sebenarnya melihat kelelahan dalam dirimu, karena itu ku pinta engkau untuk tak pergi dengan sahabatmu, namun kau membantahku, kau mendahulukan sahabat yang kau anggap kau penting baginya, tetapi hingga kelelahan mu mereka pun tak mau mengerti, ”

Sang anak bertanya ” lalu aku harus bagaimana ayah?”

Sang ayah memberi gambaran kecil padanya, ” begini jika kau memiliki 3 orang sahabat, dan ketiganya meminta bantuan yang baik tentunya dari engkau, dan engkau di minta Guru mu untuk menemaninya duduk, mana yang hendak kau dahulukan? Dan bila kau menuruti gurumu itulah yang di sebut kepatuhan,

Dan ilmu akan kau dapati meski hanya sekedar duduk, dan bila kau membantahnya maka jangan menyesali ilmu yang menjauh darimu,”

Dan sang ayah pun meninggalkan si pencari sendirian untuk merenungi kelelahannya,❣

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s